Rabu, 14 Desember 2016

[OPTION CAFE] Sebuah perjalanan merintis bisnis...

sesuai judul, 
Thread ini akan berisi perjalanan saya merintis sebuah bisnis cafe dari NOL

ini belum merupakan cerita kesuksesan, tapi ini lebih berupa cerita STRUGGLING, alias perjuangan dari nol, dengan kebanyakan kendala daripada senangnya.. 

LOH KOQ? 
iya, anggaplah ini merupakan diary saya, perjuangan dari bawah, semoga berguna buat yang mau buka bisnis atau mungkin ada nasihat2 dari enterpreneur yang lain.. 


Saya mulai catatan saya... 





8 May 2013 @working

Berawal dari ajaran robert kiyosaki mengenai 4 quadrant 
dan banyak buku2 merintis bisnis yang saya baca 

[OPTION CAFE] Sebuah perjalanan merintis bisnis...



Mengingatkan masa2 saya sebelum memulai bisnis sepertinya enak ya...

tapi ternyata.... 


ADA BANYAK HAL YANG TIDAK TERTULIS DI BUKU2 BISNIS YANG SELAMA INI AGAN BACA...
 



8May2013 12:45 , @working.

Saya sekarang ada di titik point NO RETURN, alias m
erasa agak menyesal juga uda kecemplung di bisnis ini, 
Masih mengingat saat2 dulu di mana, idealisme masih di dalam pikiran, dan berpikir 

"Wah enak ya punya bisnis, tinggal ongkang2 kaki, uang masuk... "

well... THAT'S A BIG LIE... 

Merintis itu dan menjalankan bisnis itu, malah perlu tenaga extra, 
keluar dari comfort zone dari pegawai itu bener2 rasanya nga enak banget.. 

Memang orang yang sudah mengalami baru bisa bercerita secara sesungguhnya apa2 aj berdasarkan pengalamannya. 

Mungkin ini yang dinamakan, suasana KELUAR dari comfort zone, ke tempat yang memerlukan TANGGUNG JAWAB yang lebih besar. 


Ini beberapa kendala yang saya ringkas, karena akan panjang sekali kalau saya cerita .

1. MODAL yang sudah habis 3x lipat dari perkiraan secara idealis,
ya.. modal dah hampir habis, untuk jor joran di bisnis cafe ini..
mikir UNTUNG?? well.... saya malah skr mikir SURVIVE dulu, karena memang perasaan nga enak dalam STRUGGLING ini. 


2. Sekarang saya baru ngerti, semengerti2nya mengapa BISNIS itu 90% banyak yang hancur termasuk bisnis cafe ini. 

3. Urusan pemerintah dan pungli, ini nga bisa dipungkiri, ini negara INDONESIA, urusan ribet, pajak di mana2... HASIL? well.. loe rugi, loe tanggung sendiri..
sangat menyakitkan memang, tapi ini kenyataan. ...

4. Sampai sekarang, saya masih mikir, bisnis ONLINE masih lebih besar chance SURVIVE dan chance PROFIT nya dibandingkan bisnis REAL dengan segala urusan duit yg bocor keluar terus karena pengeluaran, dan banyak urusan lagi, termasuk SDM alias para pegawai...
oh iya, jangan lupa, paling SUSAH itu manage orang yaitu pegawai, di baein jadi NGELUNJAK, di kasarin jadi NGA BETAH... well... 
(ngomong2 gw ada kali uda ganti 10x pegawai gara2 nga beres semua.  )

5. Buka bisnis, tinggal ongkang2 KAKI? seperti kata Robert Kiyosaki? 
THINK AGAIN.. !! 
Saya jadi jauh lebih sibuk sekarang, karena mikirnya cuma satu,
gimana bisa survive dengan balancing pendapatan dan pengeluaran.


6. Oh iya jangan lupa, tiap BULAN, anda harus BOCOR dana sebagai pengeluaran di sini
a. Listrik / PLN
b. PAM / air bersih
c. Telephone
d. Internet
e. Cable TV
f. GAJI PEGAWAI.... yesss... gaji pegawai, dulu saya berpikir kesejahteraan mereka, sekarang, pusing memikirkan membayar mereka, karena pengeluaran masih bocor terus.. 


Sedangkan kita bandingkan dengan pemasukan hanya di 
a. Tamu datang dan makan... = gain money

That's it, perhatikan pengeluaran VERSUS pemasukan. 

Untung makanan bisa 100%? think again... !! 
Jual makan modal 10rb, jual 20rb, ok, itu anda lom itung cost dari makanan tersebut seperti
a. minyak yang dipakai
b. bahan makanan yang dipakai
c. jasa / gaji KOKI yang masak makanan itu
d. cuci piring, otomatis sabun dan pembersih setelah makan.


Kesalahan yang saya dapat dan saya harus struggling. :

SALAH DALAM MENGHITUNG COST / PENGELUARAN, di kelabui dengan iming2 dapat duit banyak dari cafe... 


Untuk hari ini, segini dulu, advise, masukan dari para perbisnis, very welcome.... 

(NB: sekarang gw tau, kenapa sedikit perbisnis real yang online di kaskus, karena mereka uda pusing mikirin bisnis dan keluarganya..  )



8 May 2013 jam 9:42 PM @OPTION CAFE

lagi muter otak, otak dibawa buat mikir terus, lebih dari 8 jam perhari..
Omset masuk harian, rata2 100rb perhari.. 
(baru ngerti kenapa kalau bisnis sepi, pusing kepala..  )

sebulan, uda HARUS keluar 10 juta, utk gaji, listrik, bahan baku dan lain2.. 

pengeluaran 10 juta versus pemasukan 100rb perhari.. hmmmm...

Muter otak lagi.. 



8 May 2013 jam 9:46 PM @OPTION CAFE

Antara HARGA dan Kualitas,

kebetulan membahas harga dan kualitas, ada pepatah ada harga ada barang, 
well... ada benernya juga. 


Kalau kalian mengejar makanan murah, mungkin ada beberapa hal yang harus diperhatikan 

1. Bagaimana mutu makanan tersebut, apa makanan tersebut cukup sehat dan tidak merusak badan sendiri. 
contoh jeroan sapi goreng yang suka dikasih gratis, kolesterolnya tinggi sekali dan memang murah. 

Bagaimana grade makanan tersebut, apa bener daging kualitas grade A disajikan juga kualitas Grade A? apa jangan2 grade C yang disajikan?

contoh, bilangnya daging WAGYU, tapi kenyataannya daging grade C, perhatikan harga WAGYU yang kadang2 tidak irrasional alias murah.. 
dan biasanya yang uda sering merasakan daging wagyu pasti berasa bedanya bila dagingnya diganti grade C 


2. Makan harga murah, dan berasa enak? apa setelah itu anda merasa SANGAT haus dan leher terasa kering?
bisa jadi makanan yang disajikan TERLALU banyak VETSIN atau micin. 
ini umum sekali di restoran2, selain makan, juga perhatikan kesehatan anda.

sekedar sharing aj, kalau misalnya sudah terbiasa untuk mengejar makanan harga murah.


9 may 2013 jam 12:03 AM @home

Keluar dari kebiasaan lama memang nga enak, keluar dari comfort zone itu memang bener2 sakit. 
Kalau saya pikir2 lagi, rasanya pengen balik ke 2 thn yg lalu, di mana hidup saya uda terlalu di comfort zone. 

cuma sekarang saya ada di point NO RETURN, alias uang uda keluar habis, nasib kesejahteraan 4 pegawai di tangan saya, dan kebiasaan baru ini memerlukan lebih banyak TANGGUNG JAWAB.

Ini kehidupan saya 2 thn yg lalu.

jam 7 pagi - 2 siang :
di quadrant "E" alias saya kerja jadi pengajar di salah satu International School, dan sudah berjalan 10 thn ngajar, karena memang saya hobby ngajar dan sharing.. 

jam 2 siang - 4 sore
TIDURRRR.... istirahat.... kadang suka terima les2an, cuma iseng aj nambah2in pendapat. 

jam 4 sore - 9 malam
WAKTU SANTAI... 
apa aj bisa saya lakukan, maen game online, maen game ini itu, jalan2 ke mal, nonton bioskop, nonton film seri... happy2 ama temen dan keluarga...
you name it.. 

jam 9 malam - 12 malam
WAKTU TRADING.... untuk saham dan OPTION, kalau forex bisa selang seling di sore hari. Kadang malah trading cuma 1 jam, selanjutnya maen game online lagi... 


WEEKEND : sabtu / minggu
WAKTU SANTAI SEPANJANG HARI..
mau tidur ampe 2 hari, mau maen game online ampe 10 jam, well...


yang di atas itu comfort zone saya, hidup ampe bosen, bosen karena keadaannya gitu2 aja... 
terlalu nyaman... 
sampai kadang kepikiran, kalau gini2 aja, nanti kalau saya sakit, gimana ya?

ini penjelasan saya berdasarkan RICH DAD POOR DAD 
(ini buku sebenarnya membuka mata saya, tapi ada beberapa hal penting nga di exposed)

Quadrant "E" employee 
Ini saya jalankan sebagai pengajar di International School, makan gaji tiap bulan, tapi kalau saya uda tua nanti, tinggal tunggu di pecat aja....

Quadrant "S" self employee
Ini saya jalankan dengan kursus pengajaran trading dan saham, dengan sewa tempat di Hotel,
bisnis self ini memang musiman, kadang rame kadang sepi sekali.
selain itu di quadrant ini juga saya trading, 
namanya trading tentu nga bisa 100% pasti untung, seperti bisnis juga, pasti ada rugi, cuma tetap semakin gede reward semakin gede risk nya, kadang manusia bisa nafsu kalau trading, kalau uda kalah, semua risk juga dijadikan taruhan... (7 thn saya di trading, baru bisa ngerti dan trading sendiri)

Hasil di quadrant ini sih lumayan, cuma kembali ke hal pertama, kalau saya sakit, habis sudah, dan perlu pribadi saya involved di dalamnya

Quadrant "I" investor 
saya orangnya nga sabaran dan nga demen menunggu, quadrant ini lebih sifatnya menunggu, apa tanpa resiko? ada resiko juga.
contoh beli EMAS tinggal tunggu naik, well.... emas jatuh lohhh.. skr di bawah harga tahun lalu.
contoh beli property, pasti naik... well.. kalau salah pilih property nga naik2 malah jadi uang mati, tergantung tempatnya, rajin2 memilih dan ini belajar lagi ilmunya property.

Uang saya alokasi di sini nga banyak, karena faktor lama dan menunggu, bosen rasanya .... 


Quadrant "B" business..
NAHHHH, 2 thn yg lalu 
quadrant ini yang lom saya jalankan, alias suatu system sapi perah yang bisa jalan sendiri, dan bisa ada income sendiri...
artinya kalau saya sakit, uang tetap masuk.. 

menyenangkan di quadrant ini nih sepertinya, apalagi saya orangnya penasaran dan belum pernah mencoba... 
apalagi setelah baca banyak buku bisnis, sepertinya memang menjanjikan...

well... 
(memang orang yang sudah mengalami semuanya baru bisa bicara "the truth")

9 may 2013 12:21AM @home

Akhirnya, tekad keluar dari comfort zone, 
mau jalanin sebuah bisnis real, mau bikin sapi perah, 
yang memang hobby dan tidak terlalu sibuk banget. 

jatuhlah ke pilihan CAFE karena
1. kuliner selalu menjanjikan, bisnis yang nga pernah mati, untung bisa 100% (katanya lohh...  waktu itu khan saya cuma baca2 buku aj) 

2. nga mau restoran dulu, karena terlalu sibuk, terlalu banyak kontrol, lom ada pengalaman di kuliner, mau agak santai, dimana saya bisa kerasan di tempat bisnis tersebut, jatuhlah ke cafe. 

3. Alumni2 kursus saya perlu tempat kalau mau konsultasi atau mau trading bareng2. Tiap kali harus sewa tempat, kalau ada tempat sendiri berupa cafe khan bisa konsultasi kapan pun ... 
(NB: pada kenyataannya setelah ada cafe ini, malah dikit banget alumni yang datang, padahal nih bisnis rencananya buat alumni ngumpul loh... waduhh.. )



Anyway, ini alokasi waktu saya setelah jalanin bisnis real

Jam 7 - 2 siang
Quadrant E = ngajar di international school

Jam 2 siang - 10 malam
OPTION CAFE (quadrant B)

Jam 10 malam - 12 malam
Trading bentar (quadrant S) terus tidur.

weekend / hari libur
@OPTION CAFE.... 


dulu kalau maen game online atau nonton nga berasa 4 jam atau 5 jam, sekarang mau 2 jam aj uda merasa bersalah, atau nga enak, karena harus urus cafe. 
tidur skr juga harus nyolong2 waktu, otak jadi kerja 2 - 3x lipat lebih keras, mikiran bagaimana pemasukan supaya lebih besar daripada pengeluaran.


Kalau buka nih cafe terus ditinggal? 
waduhhh.. bisa kacau dan berantakan kalau nga ada boss,
nga bisa andalkan pegawai, karena mereka lom punya "sense" of kepemilikan, alias pemikirannya masih = gw kerja , gw terima gaji dan masa bodo.


Pengen balik ke comfort zone yang dulu?
welll... tidak mungkin... 
tinggal mencoba struggling skr.. 
ini berhubung ada waktu, bisa nulis seperti ini... 

mudah2an di quadrant B ini, yang berat, saya bisa share lagi apa yang alami dan pelajaran2nya dalam enterpreneur forum ini. 

10 May 2013 Jam 7:45 AM @working
Pagi2, uda berasa perut miris2 , uda mulai agak sering seperti ini, otak sepertinya nga bisa tenang... ini uda pasti ini gejala STRESS .. 


Antara Idealis dan Realistis 

Idealisme. 
Dulu sebelum melakukan sesuatu, pasti mikir yang bagus2 nya.. 

apalagi sesuatu yang memberikan harapan dan membayangkan di titik "enak" tersebut
Wahhh... sehari jalanin bisnis nih dapat 1 juta, sebulan kalau kayak gini terus bisa dapat 30 juta nih.. 
kalau 30 juta, nanti uda 10 cabang pendapatan 300 juta sebulan,
tinggal ongkang kaki nih ... hue hue hue.. 


Realisme
Ketika uda ngejalanin dan merasakan sesungguhnya..
"gila tau2 uda mau akhir bulan aj nih.... 
bayar gaji pegawai
bayar listrik, air, telephone, internet, cable tv
bayar pajak
bayar bahan baku, lom yang bahan baku rusak... "

apa gw harus ngutang ya??" 



Akhirnya sekarang saya lebih melihat realistis (2 sisi) mulai meninggalkan idealisme (satu sisi yang hanya berupa optimisme)
SUMBER

Tidak ada komentar:

Posting Komentar