Jumat, 16 Desember 2016

Pinjaman Rekening Koran vs Pinjaman Konvensional

Bila sebuah Bank atau lembaga keuangan atau teman sendiri menawarkan pinjaman kepada agan agan, Apa yang harus agan perhatikan dalam mengambil keputusan mengenai tawaran tersebut ?

Banyak pengusaha melihat faktor Bunga dan tempo pembayaran. Artinya semakin rendah bunga dan panjang tempo kreditnya maka tawaran pinjaman tersebut manarik untuk digunakan.

Tidak salah pendapat di atas. Namun hanya mengandalkan dua faktor tersebut tidaklah tepat. Satu faktor yang harus diperhatikan adalah cara mengangsur. Cara mengangsur ini yang sebenarnya sangat berpengaruh langsung terhadap kondisi keuangan agan.

Cara mengangsur Konvensional.

Cara mengangsur konvensioanl adalah angsuran yang dibayarkan setiap bulannya, yang terdiri dari dua pos yaitu cicilan pokok utang dan bunga. Pinjaman ini biasanya dikenakan oleh bank untuk pinjaman modal kerja dan pinjaman konsumtif.

Mari kita lihat efek angsuran konvensional ini pada laba rugi dan cash flow agan. Misalkan : Pak A meminjam di bank dengan bunga 12 % per tahun dengan suku bunga tetap. Dalam satu bulan Pak A harus membayar cicilan sebesar 2.000.000 untuk cicilan pokok dan bunga sebesar 500.000. Jadi selama satu bulan ada outcashflow yang keluar dari kantung pak A sebesar 2.500.000 rupiah.

Apa efeknya terhadap laba rugi ? Efeknya hanya tampak biaya bunga di sana. misal :

Pendapatan penjualan 30.000.000

Harga Pokok Produksi 25.000.000

Laba kotor 5.000.000

Biaya tetap 2.000.000

Biaya variabel 1.000.000

Biaya bunga 500.000

Laba bersih 1.500.000

Nah bagaimana dengan posisi cashflow operasional usaha Pak A ? 

Kas masuk 

Penjualan 30.000.000

Kas Keluar

Beli material 25.000.000

Bayar pokok utang 2.000.000

Biaya tetap 2.000.000

Biaya variabel 1.000.000 

Biaya bunga 500.000

Sisa cashflow - 500.000

dari simulasi sederhana di atas artinya usaha Pak A mengalami defsisit cash flow sebesar 500.000 dalam bulan itu.

Cara angsur Rekening Koran ( R/K )

Rekening koran merupakan fasilitas pinjaman yang diberikan oleh Bank kepada debitur. Kelebihan dari fasilitas pinjaman ini adalah bunga yang dikenakan hanya untuk berapa besar yang digunakan dari plafond kredit yang diberikan. Misalnya, anda diberikan plafond sebesar 100 juta, namun hanya digunakan sebesar 50 juta , maka bunga yang dikenakan hanya pada pinjaman sebesar 50 juta, bukan 100 juta. 

Normalnya, agan pun perlu membayar cicilan pokok dan bunga dalam mengangsur. Namun bila kondisi keuangan belum memungkinkan, anda boleh membayar bunga nya saja.

Mari kita lihat simulasi sederhana untuk kasus Pak A di atas.

Apa efeknya terhdap Laba rugi ?

Tidak ada efek yang berbeda dengan penggunaan cara angsur konvensional. Hasilnya sama.

Bagaimana dengan cashflow atau aliran kas operasional ?

Nah kalau yang ini jelas memiliki efek atau dampak yang berbeda dari cara konvensional. Mari kita lihat

Kas masuk 

Penjualan 30.000.000

Kas Keluar

Beli material 25.000.000

Biaya tetap 2.000.000

Biaya variabel 1.000.000 

Biaya bunga 500.000

Sisa cashflow 1.500.000

Jika menggunakan cara konvensional, terdapat negatif cashflow sebesar 500 ribu, maka dengan mengunakan fasilitas pinjaman R/K, cashflow menjadi positif. Kok bisa ? Bisa, Karena agan tidak wajib membayar pokok pinjaman. agan hanya membayar bunganya saja, bila kondisi keuangan agan tidak memungkinkan.

SUMBER

Tidak ada komentar:

Posting Komentar